
Bekerja di cabang Jakarta kurang lebih hampir 3 tahun dan sebelumnya sempat bekerja di kantor pusat, bagi seorang supervisor di PNRI Cabang Jakarta, Romi Setiawan mengungkapkan jika pekerjaan yang dilakukannya saat ini merupakan pekerjaan yang sangat disukainya, “Karena memang dari awal sekolah pendidikan SMK di Grafika dan kuliahnya pun juga di grafika, jadi memang bidang saya”. Saat diwawancarai oleh Tim Corporate Communication Perum PNRI (14/2/2023).
“Budaya perusahaan khususnya di cabang Jakarta, saat ini sudah menerapkan budaya kedisiplinan jam masuk-pulang kerja maupun kehadiran. Baginya itu salah satu hal yang mendasar untuk mencapai tujuan perusahaan kedepannya. Sebagai contoh ketika karyawan tidak disiplin dalam hal waktu, maka akan berdampak kemana-mana, dari mulai produksi hingga waktu pengiriman, semua akan jadi terhambat”.
Pencapaian apa yang pernah didapatkan?
Dulu dari awal waktu kerja, saya mulai dari nol, walaupun ijazah saya D3 Grafika. Kenapa? Karena antara teori dengan praktek itu sedikit banyak pasti akan berbeda, saya selalu ingin belajar, belajar dan evaluasi. Hal itu yang membuat karir saya bisa sampai saat ini, mulai dari asisten sampai menjadi Supervisor hingga mendapat penghargaan Karyawan terbaik.
Adakah tantangan atau Hambatan yang dihadapi?
Dibalik pencapaian itu, saya juga pernah menghadapi tantangan dunia kerja salah satunya di bidang mesin, akan tetapi, justru itu yang menjadi motivasi saya untuk selalu ingin belajar dan belajar lagi dari tidak tahu jadi mengerti, itu yang saya ingin.
Kalau hambatan dalam menyelesaikan tugas, sedikit banyak pasti pernah ada, seperti SDMnya yang kurang disiplin, “kita kan tim, pasti kerjasama dengan rekan kerja, ketika ada karyawan yang terlambat, pasti akan berdampak kurang baik terhadap pekerjaan, peraturan sudah dibuat, tapi kalau tidak dijalankan percuma kita mau lari kayak apapun engga akan maksimal, ibarat kita di jalanan kalau kita mau ngebut kayak apapun, kalau kondisi jalanan macet, pasti terhambat”.
Kontribusi apa yang pernah dilakukan dan menurut Bapak itu cukup strategis bagi perusahaan?
Sebagai karyawan tentunya harus memiliki kontribusi yang dirasa strategis dalam project perusahaan, kita harus pandai memanage pekerjaan, misal seharusnya pekerjaan yang A ini yang didahulukan, akan tetapi ada pekerjaan lain yang harus selesai pada waktu yang bersamaan, walaupun setiap pekerjaan itu prosesnya panjang, tapi kita harus tahu bagaimana menyikapinya dan mencari solusinya.
Sebutkan salah satu tanggung jawab Bapak sebagai Seorang Supervisor?
Sebagai supervisor sudah seharusnya saya dapat memback-up karyawan yang ada ada di tim saya, contohnya jika ada operator yang tidak masuk otomatis saya terjun langsung untuk ngejalanin mesin.
Menjadi seorang atasan, saya juga ingin memberi contoh kepada yang lain tentang kinerja & disipilin, karena kita yang harus berbuat dulu, dengan memberi contoh, disamping ada peraturan yang berlaku dan harus dijalankan, saya yakin dengan disiplin tentunya berpengaruh pada kinerja yang akan terbentuk dan berjalan dengan baik di lingkungan pekerjaan.
Hal yang penting dalam pekerjaan Bapak saat ini?
Menurut saya, Hal yang paling penting dari pekerjaan saya saat ini, yaitu dalam pengawasan produk. Kita harus benar benar jaga kualitasnya. Selain itu, proses yang bisa diperbaiki atau di tingkatkan, untuk saat ini saya rasa yang paling utama adalah disiplin dulu. Karena, dengan disipilin baru bisa tertib. Misal kita kan bekerja di jam 08.00 WIB sudah harus beroperasi, tapi bagaimana kalau ada yang telat, bisa jadi menimbulkan dampak yang cukup banyak, entah nungguin kuncinya, dikejar waktu, persiapannya semakin lama atau apapun sehingga waktu banyak yang terbuang.
Saya percaya jika kita bekerja secara maksimal, maka dapat membantu perusahaan bisa semakin maju, segala pekerjaan berjalan dengan lancar, produknya berkualitas, waktu pengiriman lancar, dsb. Juga makin sejahtera, jadi hal itu semua akan balik lagi ke karyawan, contohnya kesejahteraan, namun sebaliknya, jika semua terhambat, efeknya pun nanti ke karyawan juga”
Menurut Bapak, apa yang harus dimiliki seorang karyawan?
Bagi saya yang perlu dimiliki karyawan untuk budaya kerja yang kuat, yaitu Disipilin, Rasa Memiliki yang tinggi. Katakanlah, mesin yang kita pegang seolah-olah milik kita sendiri, pasti akan dirawat dengan baik jadi bisa beroperasi setiap saat, jadi kita pun punya rasa untuk bertanggung jawab. Selanjutnya Mencintai Pekerjaannya, kalo enggak ada dasar cinta cuman ngarepin gaji semata yang ada kerjanya begitu jadi enggak efektif.
Jam Berapa Bapak mulai berangkat bekerja dari Rumah?
Saya sendiri dari Ciganjur Jagakarsa, berangkat habis sholat subuh jam 6 an, paling lambat itu jam 6:15 harus udah berangkat kalau tidak seperti itu pasti kena macet. kadang-kadang kalau sudah 06.30 saya sarapan tidak kekejar, paling kalau mepet saya beli deket-deket kantor. Saya usahakan sebelum jam masuk, misal 07.45 sudah sampai karna saya selalu menyisihkan waktu 15 menit sebelum masuk kerja untuk sarapan. Jangan sebaliknya sudah jam kerja baru sarapan, yang ada malah memberikan contoh yang tidak baik untuk teman-teman lain, memang sih kondisi jalanan tidak bisa diprediksi macet atau kendala-kendala lainnya, akan tetapi itu kan diri kita sendiri yang tahu bagaimana situasi setiap harinya, jadi harusnya sudah tahu cara untuk mengantisipasinya.
Kebiasaan apa yang sering dilakukan ketika sudah menyelesaikan pekerjaan?
Setelah selesai bekerja, ada hal yang selalu saya lakukan. Disaat orang lain sudah pada pulang tepat waktu, saya menyempatkan waktu 15 Menit untuk ngecek semua kondisi di area saya bekerja, memastikan semua mesin dalam keadaan mati, lampu-lampu, atau hal-hal lain yang akan menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan, lalu Evaluasi terutama pada diri sendiri, apa yang saya buat, apa yang saya lakukan, apa yang dikerjakan, apa kekurangan saya dalam bekerja. Kadang-kadang evaluasi itu sampe rumah pun saya pikirkan untuk perbaikan, misal ketika ada trouble mesin atau kualitas hasil produk, maka saya mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga masalah tersebut tidak terulang lagi. Hal ini bagi saya merupakan fungsi dari evaluasi yang saya lakukan.
Bagaimana pendapat Bapak Tentang PNRI?
Pendapat saya tentang PNRI terutama PNRI cabang Jakarta itu yang saya lihat produktivitas tetap terjaga, lalu karena perusahaan jasa, maka PNRI selalu menjaga kualitas produknya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya.
Seberapa penting kah PNRI bagi Bapak?
Tentunya bagi saya penting dan sangat penting, karena kenapa? Itu kan tempat saya berusaha, kerja, nyari nafkah disitu buat ngehidupin saya dan keluarga. Jadi PNRI itu sangat penting. Makanya apa yang saya lakukan, apa yang saya perbuat, saya berusaha berikan yang terbaik untuk perusahaan. Sebagai karyawan yang bekerja di PNRI, saya harus benar-benar bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan.
Kita sudah membuat perjanjian hitam di atas putih mulai jam masuk kerja dan pulang kerja harus ditepati, Kita lihat orang lain yang lokasi paling jauh saja bisa tepat waktu, masa kita enggak bisa. Ketika terlambat jangan sampai berbohong dengan alasan-alasan untuk menutupi kelalaian yang kita perbuat, kecuali kita punya alasan tepat dan benar, misal ada musibah atau kendaraannya bermasalah, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa dan menyebabkan keterlambatan.
Jangan sampai perusahaan rugi, karena efeknya akan balik lagi kepada kita dan keluarga kita juga. Kita sendiri harus sering evaluasi diri sendiri, apa yang sudah dilakukan untuk perusahaan, apakah kita sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan? kalo belum, koreksi diri kita sendiri bagaimana diri kita ngejalanin pekerjaan, punya rasa tanggung jawab atau tidak? punya rasa memiliki atau tidak? punya tanggung jawab tidak? Jika semua sudah kita lakukan, insya Allah perusahan akan berjalan dengan baik, ayo kita kerja sama kita satu dapur, kita berjuang. Toh nanti kebahagiaan balik ke kita dan dirasakan keluarga kita, contohnya kita mau berbuat baik ke orang, kita nolong orang, nanti akan ada basalan yang baik juga untuk kita, bukan mengharapkan balik balasan itu. Apapun yang kita kerjakan, lakukan yang terbaik niatkan ibadah, karena amanah dalam bekerja itu merupakan ibadah juga, insyaAllah. Jadi kita berangkat dari rumah nawaitu bismillah untuk apa? Untuk ibadah mencari nafkah buat anak istri kita. Makanya kita jangan sia-sia kan kesempatan ini buat kerja.
Ada Pesan-Pesan untuk Teman-teman PNRI yang lain?
Pesan-pesan buat temen teman di PNRI “ untuk teman teman di PNRI terutama cabang Jakarta harus merasa memiliki tanggung jawab, itu amanah dan merupakan ibadah, displin, lakukan yang terbaik untuk perusahaan karena nanti dampak positifnya kepada kita sendiri kalau perusahaan itu maju pekerjaan kita akan berjalan dengan baik , kesejahteraan kitapun akan ikut baik pula”. Tutup, Romi.