PNRI Lagi-Lagi Cetak Kartu Prepaid Bank Himbara

Jakarta, 22 Mei 2025 — Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai perusahaan percetakan milik negara yang andal dalam menangani produk-produk berteknologi tinggi. Kali ini, PNRI dipercaya kembali oleh salah satu Bank Himbara untuk mencetak 20.000 keping kartu uang elektronik (Kartu Prepaid).

Proyek ini bukan kali pertama bagi PNRI. Sebelumnya, PNRI telah beberapa kali menjadi mitra percetakan kartu kartu prepaid salah satu Bank Himbara, yang digunakan secara luas oleh masyarakat untuk transaksi non-tunai di berbagai moda transportasi dan merchant di seluruh Indonesia.

“Kepercayaan yang kembali diberikan oleh salah satu Bank Himbara menjadi bukti nyata bahwa PNRI mampu memenuhi standar tinggi dalam pencetakan kartu berteknologi seperti Kartu Prepaid,” ujar General Manager Pemasaran, Eduard dalam keterangan.

Kartu Kartu Prepaid merupakan produk perbankan yang menuntut ketepatan, kualitas, dan keamanan tinggi dalam proses produksinya. Dalam proyek ini, PNRI menggunakan mesin cetak khusus dan berteknologi untuk memastikan setiap kartu berfungsi secara optimal dan aman digunakan oleh nasabah.

Lebih dari sekadar pencetakan, PNRI juga memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar keamanan informasi dan kualitas. Mulai dari desain, personalisasi, hingga finishing dilakukan secara terintegrasi di fasilitas milik PNRI.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa BUMN seperti PNRI tak hanya unggul di percetakan konvensional, tapi juga siap bersaing dalam industri berbasis teknologi,” tambah Eduard
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PNRI dalam memperluas portofolio layanan di bidang keamanan dokumen dan kartu pintar. Dengan pengalaman dan infrastruktur yang memadai, PNRI terus mendukung kebutuhan percetakan nasional, termasuk dari sektor perbankan, pemerintahan, dan layanan publik lainnya.

Dengan tambahan 20.000 kartu ini, salah satu Bank Himbara dapat terus memperluas jangkauan layanan Kartu Prepaid ke lebih banyak pengguna, seiring dengan pertumbuhan transaksi digital dan gaya hidup cashless di Indonesia.