
Jakarta, 11 Juni 2025, Dalam upaya mempertahankan komitmen terhadap integritas dan tata kelola perusahaan yang bersih, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) menjalani Surveillance Audit Pertama ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada 10 Juni 2025 di Ruang Rapat Direksi Perum PNRI, bekerja sama dengan Worldwide Quality Assurance (WQA) selaku lembaga sertifikasi independen.
Audit ini merupakan bagian dari siklus pengawasan tahunan setelah PNRI memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 pada tahun 2024 Melalui audit ini, WQA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi dan efektivitas sistem anti penyuapan yang telah dijalankan PNRI, mencakup kebijakan, prosedur, pengendalian internal, serta budaya integritas di lingkungan kerja.
General Manager Manajemen Risiko & Kepatuhan, Budi Zuniarta menyampaikan bahwa audit ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan mencegah segala bentuk praktik suap di seluruh lini operasional.
“Kami percaya bahwa membangun budaya antisuap adalah fondasi penting dalam mewujudkan perusahaan yang bersih, profesional, dan terpercaya. Surveillance audit ini bukan sekadar kewajiban, tapi juga refleksi dari komitmen kami terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Tim auditor WQA memaparkan sejumlah catatan dan rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan (continuous improvement), yang akan menjadi bahan evaluasi PNRI dalam memperkuat sistem manajemen antisuap ke depan.
PNRI berharap melalui implementasi ISO 37001:2016 secara konsisten dan berkelanjutan, perusahaan mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan bebas dari korupsi, sejalan dengan semangat BUMN salah satunya untuk bertransformasi menjadi entitas yang akuntabel dan berintegritas tinggi.