HomePublikasiBerita

Lokananta Reborn : "Livekustik dan Painting Exhibition"

Solo, 14 September 2019, Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta - Lokananta mengadakan launching Lokananta livekustik dan painting exhibition di studio legendaris Lokananta.

Lokananta kembali menunjukan eksistensinya melalui "Launching Lokananta Livekustis dan painting Exhibition yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata yang mewakili walikota Surakarta, , Putra Kesultanan Solo, Gusti Nino, Direktur Produksi dan Pemasaran Perum PNRI Waluyo Pujianto serta para pegiat seni Surakarta/Solo.

Livekustik dan Painting Exhibition merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Perum PNRI dalam upaya memperkenalkan, mengembangkan, dan melestarikan salah satu Aset Sejarah Kota Surakarta yang menjadi cikal karya kreatif anak bangsa dalam bidang kesenian serta sebuah bentuk apresiasi Perum PNRI kepada para penggiat Seni dan budayawan Surakarta.
Studio Lokananta sendiri berdiri pada 29 Oktober 1956 atas inisiatif R. Maladi (Menteri Penerangan tahun 1959 – 1962) dan pada 2001-2002 dilikuidasi oleh Perum PNRI sehingga pada 2004 resmi menjadi Kantor Cabang Perum PNRI dengan nama Perum Percetakan Negara RI Cabang Surakarta-Lokananta.

Dalam pidato walikota Surakarta yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Surakarta berharap "Perum PNRI Cabang Surakarta-Lokananta dapat terus berkarya dalam meningkatkan kualitas dengan memunculkan keunggulan-keunggulan kompetetif maupun komparatif. Dan Lokananta harus terus eksis sebagai bagian pengembangan seni dan budaya"

Sementara itu, Gusti Nino yang turut memberikan sambutan sangat mengapresiasi acara Launching Surakarta Livekustik dan Painting Exhibition kali ini. "Menjadikan Lokananta sebagai tempat berekspresi para seniman dengan memaksimalkan Media Sosial yang mampu merangkul tidak hanya kaum milenial namun seluruh lapisan masyarakat" ujar Gusti Nino.

Waluyo Pujianto, menilai acara Launching Livekustik dan Painting Exhibition sebagai serangkaian proses kegiatan guna meningkatkan traffic Lokananta sehingga dapat dikenal masyarakat luas sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan Lokananta Reborn.

Perum PNRI sendiri terus berupaya meningkatkan eksistensi Studio Lokananta dan menjadikan Lokananta sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang beredukasi dan berevolusi dalam dunia musik dan hiburan tanah air dengan menghadirkan ruang seni modern di Kota Surakarta.

Sosialisasi PT Pegadaian

Jakarta, 4 September 2019, Perum Percetakan Negara RI (PNRI) kembali menerima kunjungan dari PT Pegadaian (Persero) guna meningkatkan hubungan baik antara 2 BUMN yang bersinergi. Dhita Febriaty, Direktur Keuangan dan SDM bersama Waluyo Pujianto, Direktur Produksi dan Pemasaran, Dina Heristin, Sekretaris Perusahaan, dan para General Manager serta perwakilan masing-masing Divisi menyambut kedatangan Pegadaian yang diwakili oleh Edi Suworno, Pinwil Kanwil 8 Jakarta I serta para deputi PT Pegadaian (Persero) turut serta hadir dalam kunjungan kali ini.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan “Company Profile” Perum PNRI dan PT Pegadaian (Persero). Masing-masing dipaparkan oleh Dhita Febrianty, yang mewakili Perum PNRI dan Edi Sarwono mewakili PT Pegadaian (Persero). Pada kesempatan kali ini, Waluyo Pujianto selaku Direktur Produksi & Pemasaran memperkenalkan produk-produk Perum PNRI diantaranya Smart Card kepada para direksi PT Pegadaian (Persero) yang turut hadir. Sementara itu dari pegadaian Dwi Hadi Atmaka, memaparkan mengenai “The Gade” yang merupakan program tabungan emas yang digagas oleh PT Pegadaian (Persero) dihadapan seluruh direksi yang hadir.

Kegiatan kunjungan ini di akhiri dengan sosialisasi “The Gade” yang dan dihadiri oleh seluruh karyawan perum PNRI yang bertempat di bangsal makan Perum PNRI.

Perum PNRI berharap dengan kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan baik dengan para mitra/klien dan menjadikan Perum PNRI sebagai perusahaan terpercaya yang mampu bersinergi baik dengan BUMN maupun dengan Non-BUMN.

Pengajian Bulanan, PNRI hadirkan 15 Anak Yatim

Jakarta, 30 Agustus 2019, Strategic Business Unit (SBU) Perum Percetakan Negara RI Jakarta mengadakan pengajian bulanan dan santunan anak yatim yang bertempat di pabrik Perum Percetakan Negara RI.

Kegiatan bulanan yang rutin di adakan di Kawasan Produksi Pabrik Een Steel ini dihadiri oleh Kepala SBU Jakarta, Rido Najemi Syukri beserta seluruh karyawan SBU Jakarta. Tidak seperti pengajian bulanan biasanya, pengajian kali ini PNRI mengundang sebanyak 15 anak yatim yang merupakan perwakilan dari Yayasan Yauma Yatim dan Dhua’afa Paseban.

Pengajian yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu ke-4 ini di mulai pukul 16:30 Wib dan diakhiri dengan pembagian uang tunai dan bingkisan berupa perlengkapan sekolah yang diterima oleh 15 anak yatim yang hadir saat pengajian bulanan ini berlangsung.

Pengajian ini dilaksanakan sebagai rasa syukur PNRI kepada Allah SWT serta mengingat pentingnya berbagi dengan sesama. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini PNRI dapat terus berjaya dan hadir untuk negeri.

Inagurasi Program Perekrutan Bersama BUMN (PPB) BUMN 2019

Jakarta, 23 Agustus 2019, Kementerian BUMN melangsungkan Upacara Inaugurasi Program Perekrutan Bersama (PPB) yang bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI)  dan diikuti oleh 116 BUMN di halaman depan gedung Kementerian BUMN.

Program yang dimulai dari awal Maret ini meloloskan 3.310 karyawan baru yang ditempatkan diberbagai BUMN dan 1500 karyawan baru ikut dalam upacara Inaugurasi PPB. Sekitar 6 karyawan dari seluruh karyawan baru yang lolos dalam PPB bergabung dengan PNRI dan ditempatkan diberbagai Unit, diantaranya, Unit sekretariat, Unit Marketing, Unit Desain, Unit PKBL.

Upacara Inaugurasi PPB dipimpin oleh Menteri BUMN, Rini M Soemarno, dan dihadiri oleh Jajaran Pejabat Eselon I, Seluruh Direksi BUMN, dan Ketua FHCI. Hadir juga dari Perum PNRI Direktur Keuangan dan SDM, Dhita Febrianty, didampingi oleh Sekretaris Perusahaan dan General Manager SDM Perum PNRI. Dalam pidatonya Rini menyoroti mayoritas yang lolos merupakan generasi Z, bukan Milenial.

“Saya harap program ini dapat terus dilakukan dan saya menitip ke Direksi BUMN karena perlu mengoptimalkan generasi Z ini, karena kita lihat 10 tahun mendatang ini kompetisinya sudah sangat berbeda dari 10 tahun lalu. Dan kita butuh pemikiran generasi Z agar kita unggul ke depan. Dan kita bisa loncat katak untuk membangun BUMN ke depan” Ucap Rini, Jumat (23/8/19).

Program ini dibagi ke dalam 3 formasi Reguler, Disabilitas, dan Putra-Putri Indonesia Timur dengan 4 tahapan Assesment, TKD, TKB, dan MCU.

Lokananta, studio legendaris yang merekam Album Slank ke-23

Jakarta,  22 Agustus 2019, Slank kembali memeriahkan kancah musik Indonesia dengan merilis Album ke-23 yang ditandai dengan “Volume 23” bertajuk “Slanking Forever” dan menggandeng Lokananta sebagai studio rekaman Legendaris di Indonesia dengan 10 lagu baru dan 2 lagu instrumental.

Lokananta kembali akan menjadi saksi diciptakannya sebuah karya luar biasa dari anak bangsa yang sebelumnya sudah melahirkan Hits dari musisi-musisi tanah air, seperti Koesplus, Gipsy, Gesang, hingga pembacaan ulang Teks Proklamasi. Kali ini Slank menjadi salah satu dari sederet musisi Indonesia yang akan merasakan manisnya rekaman di studio legendaris Lokananta dengan warna musik bernuansa Art Rock.

Lokananta merupakan label rekaman pertama, dan satu-satunya milik Negara yang berdiri pada 29 Oktober 1956. Pada tahun 2004 secara resmi menjadi kantor cabang Surakarta dengan nama resmi “Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta – Lokananta”.

Slank melakukan rekaman di Lokananta selama kurang lebih 5 hari dengan 10 lagu baru , “Rumahku itu kamu”, “Bercinta di Sorga”, “Jangan Marah”, “Ramai Tapi Sepi”, “CCTV Tuhan”, “Sumba Humba”, “So Goodbye”, “Oh Memi”, dan 2 lagu instrumental, “Rocknrolloka”, dan “Solo Balapan”.

Slank memilih Lokananta - Solo dalam merekam album ke-23 bukan hanya karena Lokananta adalah studio tertua dan legendaris, tapi melihatnya sebagai warisan budaya yang tak tergantikan dan berharap Lokananta  bisa berkembang ke depannya.

“Karna untuk intensitas kreatif itu lebih dapet kalo kita berkutat panjang. Iya itu juga (keluar dari zona nyaman). Kalo pola yang kita lakuin biasa itu beberapa tahun terakhir itu kita kayak energy kita itu dingin, besok harus panasin lagi. Kalo kita rame rame datang ke satu tempat energy bisa kita serap. Selesai gak selesai harus dikumpulkan. Terus kenapa Lokananta, jadi gue pikir kita sebetulnya kita punya.

Walaupun di Lokananta bukan artis pertama yang rekaman di sini. Gue pikir kalo Slank rekaman di Lokananta, Lokananta kedepannya harus dilihat. Kalo kita punya tempat bersejarah yang menghasilkan banyak record, terus pernah jadi tempat yang penting di dalam sejarah Indonesia. Jangan cuman jadi “itu Slank yang pernah rekaman disitu”. Gue pengennya setelah kita rekaman, meeting, menghasilkan sebuah karya disini, tempat itu (Lokananta) jadi cita-cita gue sih. Semoga Lokananta bisa berkembang” ujar Kaka, Vokalis Slank (22/8/19).

Subcategories