HomePublikasiBerita

Kunjungan Kerja Menteri Sosial RI dan HIMBARA

Menindaklanjuti kunjungan kerja Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bapak Harry Hikmat beserta jajarannya, pada Jumat 15 Desember 2017 Perum Percetakan Negara Republik Indonesia kembali mendapat kunjungan khusus dari Menteri Sosial Republik Indonesia Ibu Khofifah Indar Parawansa dan jajaran direksi HIMBARA dalam rangka meninjau perkembangan proses pencetakan Kartu Bansos. Kunjungan Kerja Menteri Sosial dengan para Direksi Bank HIMBARA tersebut, diterima langsung oleh Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Bapak Djakfarudin Junus beserta jajarannya. Diawali dengan rapat internal, dilanjutkan dengan mengunjungi Pabrik Smard Card dengan meninjau secara langsung proses personalisasi dan juga pengemasan KKS sebelum di distribusikan. Setelah melakukan kunjungan ke ruang perso, Menteri Sosial Republik Indonesia, Direksi Anggota HIMBARA dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia, melakukan konferensi pers di ruang rapat Direksi Perum PNRI.

Bank HIMBARA (BNI, BRI, Bank Mandiri dan BTN) menjadi mitra pelaksana bank penyalur bansos sesuai dengan Perpres 63 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Bansos Non Tunai. Lebih lanjut, Ibu Khofifah memaparkan, untuk memastikan perluasan bantuan sosial tersebut sesuai rencana, Kementerian Sosial telah menambah jumlah pendamping sebanyak 17.115 orang. Jumlah tersebut untuk mengimbangi penambahan KPM, PKH yang akan bertambah menjadi 10 juta di tahun 2018 dari sebelumnya yang hanya 6 juta.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Percetakan Negara Bapak Djakfarudin Junus mengatakan pihak Perum PNRI sebagai pendukung dari sisi produksi, prosesnya berjalan dengan sangat lancar, semua ini atas kerjasama dengan pihak Kementerian Sosial RI dan HIMBARA yang sangat baik, sehingga Perum PNRI tidak menghadapi hambatan yang berarti, semuanya bisa diatasi dengan sangat cepat dan baik. Semoga dengan adanya kunjungan ini makin memperkuat sinergi BUMN dan juga sinergi BUMN dengan Pemerintah sehingga dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan juga negara.




Kunjungan Dirjen Kemensos RI

Sebagai bagian dari tindak lanjut / progress dalam pencetakan Kartu Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, pada tanggal Rabu 6 Desember 2017 Perum Percetakan Negara Republik Indonesia kembali mendapat kunjungan kerja dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bapak Harry Hikmat beserta dengan jajarannya. Dalam kunjungannya kali ini, Bapak Harry Hikmat memastikan, pada 2018 nanti Pemerintah akan menambah jumlah penerima manfaat Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga. Sebagaimana diketahui saat ini, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia telah menyeselesaikan produksi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu Keluarga Sejahtera adalah salah satu program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan untuk dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia

Kesiapan kartu bansos 2018, saat ini telah sampai pada tahap validasi data yang dilanjutkan dengan proses personalisasi Kartu Keluarga Sejahtera yang nanti diserahkan ke penerima bansos. Personalisasi ialah pencantuman nama dan data penerima bansos pada Kartu Keluarga Sejahtera. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia sendiri dapat melakukan proses personalisasi hingga 200 ribu kartu setiap hari dan siap menambah kapasitas produksinya sebesar 1,6 juta agar penyaluran bantuan sosial tahun 2018 bisa mencapai 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setelah melakukan pertemuan di ruang Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia. Dirjen Perlindungan  dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Bapak Harry Hikmat beserta jajarannya kembali berkunjung keruang Smard Card, melihat proses terkait pembuatan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan kartu lainnya.

Ini telah menjadi sinergi yang sangat baik antar BUMN dan sinergi BUMN dengan pemerintah. Dengan pekerjaan kartu yang melebihi harapan Pemerintah, kredibilitas Perum Percetakan Negara Republik Indonesia dimata pemerintah akan semakin terpercaya khususnya dalam mendukung program kerja pemerintah, mengingat kapasitas dan kualitas yang dimiliki oleh Perum PNRI memenuhi spesifikasi. Melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diharapkan Bansos dan bantuan pangan yang disalurkan non tunai dapat tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan bantuannya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia


Merauke, Surga Kecil Yang Jatuh Di Bumi

Kota Merauke adalah kota kabupaten yang terletak jauh di ujung timur Indonesia. Keistimewaannya tidak hanya itu, Kota ini juga merupakan titik terakhir wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini. Hal ini membuat keberadaan kota ini sungguh berarti dan istimewa bagi sejarah perjuangan berdirinya Indonesia hingga menjadi bagian dari sebuah lagu perjuangan yang berjudul “Dari Sabang sampai Merauke”.

Perum Percetakan Negara RI memiliki kantor cabang yang berada di wilayah Merauke yang beralamat di Jl. Mahakam (Lingkar Barat) No 7. Hingga kini Perum PNRI cabang Merauke telah jauh berkembang meskipun berada jau di ujung timur Indonesia.  Bapak Dicky Irawan merupakan sosok dibalik perubahan berkembangnya Perum PNRI cabang Merauke hingga seperti sekarang ini. Baginya ketika ia mendapat tugas untuk memimpin cabang Merauke sangatlah tidak mungkin, Karena Merauke merupakan salah satu Kota yang berada jauh dari Ibu kota negara yang jaraknya sekitar 5.500 km dan tentunya perbedaan budaya serta adat istiadat hingga masyarakatnya pun menjadi pokok fikiran yang terlintas didalamnya. 

IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI “satu hati satu tujuan”  salah satu motto dari kabupaten Merauke inilah yang membuat saya terobsesi untuk menjadikan sebuah kendala dan masalah besar menjadi kecil serta bagaimana hati dapat berperan. Salah satu kendala atau masalah yang ada saat ini diantaranya adalah keterbatasan mesin pendukung maupun permodalan, kondisi gedung yang kurang baik.   Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan dan  didapatkan, begitu pula harapan Bapak Dicky terhadap Perum PNRI khususnya untuk Perum PNRI Cabang Merauke yang sama pada umumnya dengan karyawan lain agar Perum PNRI bisa maju, Berjaya dalam mensejahterakan karyawannya.

Dan khusus untuk Perum PNRI Cabang Merauke, bahwa perjuangan kita masih panjang untuk memajukan Cabang Merauke, sehingga kita harus tetap fokus dan semangat agar terjalin kekompakan/kebersaman dan selalu bekerja keras,cerdas,berkualitas, tuntas dan ikhlas, dan berpegang pada filosopi Musamus, yaitu “jangan tanya kerjaku, tapi lihat karyaku”, semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkannya Aamiin.

Sinergi Pusat dengan Bumi Raflesia

Kota “Bengkulu” akan megingatkan Anda pada Sir Thomas Stamford Raffles yang diangkat oleh Kerajaan Inggris untuk menjadi Gubernur Bengkulu tahun 1818. Namun setelah itu, Raffles bersama-sama dengan rakyat Bengkulu membangun dan membangkitkan kembali Kota Bengkulu dari puing-puing Tanah Mati. Maka tidak mengherankan jika sisa pengaruh Inggris masih terasa sampai saat ini. Perum Percetakan Negara RI Cabang Bengkulu adalah Cabang ke 9 dari Perum Percetakan Negara RI, yang mulai beroperasi sejak tahun 1986, yang hingga saat ini terus melakukan Inovasi dan memasarkan serta menjual produk, sehingga dapat terus Eksis dan berkembang hingga saat ini. 

Saudari Atijah yang telah diberikan amanah untuk memimpin Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Bengkulu menyatakan “Awalnya saya shock, saya tidak yakin  bisa membawa kemajuan untuk PNRI Cabang Bengkulu, apalagi mensejahterakan para karyawan karena pada saat itu mesin cetak tidak ada yang berfungsi, dana yang adapun sangat terbatas”.   Selama menjadi kepala cabang, Saudari atijah memiliki pendekatan tersendiri kepada karyawan maupun rekan bisnis sehingga bisa bertahan di Bengkulu sampai saat ini.

Pendekatan Intern yang Saudari Atijah lakukan yaitu selalu memotivasi seluruh karyawan untuk bersama-sama berjuang untuk memajukan PNRI Cabang Bengkulu yang tentu imbasnya akan berpengaruh kepada perbaikan kesejahteraan para karyawan. Sementara Pendekatan ekstern yang Saudari Atijah lakukan yaitu mendatangi satu persatu customer yang dulunya memberikan kepercayaan kepada PNRI Cabang Bengkulu untuk kembali mencetak kebutuhan kantornya. “Saya memberikan keyakinan kepada mereka bahwa saya akan menjaga komitmen, baik waktu penyeselesaian maupun kualitas cetakan dan tentunya dengan harga yang kompetitif”  Saudari Atijah memiliki harapan yang besar bagi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

Bagi pusat ia berharap dukungan penuh baik berupa kesediaan stok maupun materil yang dibutuhkan Dinas Dukcapil dan Instansi lainnya. Lalu pada Perum PNRI Cabang Bengkulu Saudari Atijah berharap kedepannya lebih baik lagi, baik peralatan, perolehan omzet, ketersediaan dana maupun kesejahteraan karyawan, yang terpenting bisa membuat seluruh karyawan merasa bangga menjadi karyawan PNRI dan semoga Perum PNRI bisa setara dengan BUMN lainnya.

Kota “Manise” dari Timur Indonesia.

Ambon adalah ibukota provinsi Maluku di timur Indonesia. Ambon dijuluki dengan nama Ambon Manise, ya memang kota kecil ini memang kecil , tapi jangan diremehkan. Kota kecil ini memiliki banyak kekhasan yang akan membuat anda kagum, mulai dari budaya,seni,tradisi,dan lain-lain. Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti kota Ambon yang indah/manis/cantik, merupakan kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Adalah saudara Matin Manuhutu selaku Kepala Perum PNRI cabang Ambon menuturkan “saya menerima dengan lapang dada bahwa ini tugas dan amanat bagi saya untuk membesarkan Perum PNRI cabang Ambon” ketika ditanya pendapatnya pada saat mendapat perintah tugas untuk memimpin Perum PNRI Cabang Ambon.

Pendekatan kebeberapa Kepala Daerah dan Pendekatan langsung ke kantor-kantor dinas itu merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh saudara Martin, terbukti dengan pendekatan tersebut akhirnya Perum PNRI cabang Ambon bisa melakukan penjualan Reborn (fargo) kepada beberapa instansi pemerintah, sehingga bisa menambah pendapatan Perum PNRI Cabang Ambon.

Demi pengembangan bisnis yang lebih baik, rencananya Perum PNRI cabang Ambon ingin bersinergi terus dengan pusat dan pihak BUMN atau swasta, terkait pengembangan bisnis baik itu berupa pembangunan/penambahan gedung, yang nantinya dapat menambah omzet untuk Perum PNRI cabang Ambon di setiap tahunya.

Harapan didalam kehidupan merupakan cita-cita, dan keinginan. harapan adalah senjata ajaib yang memungkinkan kita untuk membuat impian kita menjadi kenyataan. Sama halnya dengan harapan saudara Martin Manuhutu terhadap Perum PNRI, khususnya Perum PNRI cabang Ambon yaitu adanya sinergi dan atensi yang lebih antara cabang dan pusat,dan membuat system dimana Perum PNRI pusat bisa mengontrol cabang baik itu penerimaan karyawan, penggajian,pelatihan dan penyetaraan peraturan-peraturan perusahaan.





Subcategories