HomePublikasiBerita

Eksistensi Unit Kerja TI Di Era Digital

    Peranan Teknologi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, terutama pada zaman sekarang ini yang menuntut semuanya serba cepat dan praktis. Karena itu tepat jika dikatakan bahwa, sebuah perusahaan tidak dapat lepas dari teknologi dalam membantu kinerjanya. Perum Percetakan Negara RI saat ini telah memiliki Unit Kerja Teknologi Informasi (TI) , dimana unit ini sangatlah berperan penting bagi kemajuan teknologi yang dimiliki perusahaan. Bapak Ismail Harun Amali, selaku Koordinator unit Informasi Teknologi Perum Percetakan Negara RI, menjelaskan bahwa unitnya memiliki visi dan misi demi memajukan perusahaan. 

    Demi dapat melaksanakan visi dan misi yang telah ada, unit kerja TI memiliki strategi demi mewujudkannya diantaranya adalah, meningkatkan kemampuan tenaga kerja TI, membuat media promosi produk TI, memberikan pengetahuan tentang produk TI kepada pemasaran/penjualan dan menggunakan pendekatan solusi teknologi informasi terhadap kebutuhan pelanggan. Document Management System merupakan salah satu bidang bisnis Perum Percetakan Negara RI, yang saat ini tengah dijalankan dan terus dilakukan pengembangan, baik dari segi pengembangan fitur maupun konten yang digunakan demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Selanjutnya Inovasi terbaru yang telah dibuat oleh Unit Kerja TI Perum Percetakan Negara RI adalah kartu E-Registration, yang kini tengah dikembangkan oleh Unit Kerja Teknologi Informasi Perum PNRI melalui teknologi multimedia dalam bentuk aplikasi.

    Penguasaan yang kurang terhadap Teknologi Informasi, proses bisnis yang masih konvensional dan Infrastruktur teknologi informasi yang belum memadai merupakan beberapa kendala yang terjadi di internal unit kerja Teknologi Informasi Perum Percetakan Negara RI. Ditahun 2018 ini unit kerja Teknologi Informasi berharap seluruh karyawan dapat memanfaatkan secara maksimal Teknologi Informasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya




Penyerahan ID Card BUMN

Sejak awal Peluncurannya pada tanggal 17 April 2017, ID Card karyawan BUMN telah menjelma dan menjadi Multifungsi. Tak hanya sebagai kartu tanda pengenal, kini ID Card Karyawan BUMN telah bertransformasi menjadi kartu Identitas Multifungsi yang kini disebut dengan “Kartu BUMN”. Selain sebagai kartu identitas, Kartu BUMN juga dapat berfungsi sebagai alat pembayaran (uang elektronik), kartu program loyalty (pengumpulan, transfer, dan penggunaan poin di antar BUMN), serta kartu fasilitas seperti akses ke infrastruktur perusahaan maupun ke fasilitas layanan kesehatan.

Tepat pada tanggal 14 Februari 2018 diadakan kegiatan Ceremonial Penyerahan Kartu BUMN atau ID Card BUMN dari Bank BRI Cabang Jatinegara kepada Perum PNRI, dan telah diserahkan sebanyak 354 kartu ID Card BUMN dari Pihak Bank BRI kepada Perum PNRI.

Pencetakkan kartu ID Card BUMN tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Perum PNRI dan Bank BRI Cabang Jatinegara. Dihadiri oleh Kepala Cabang BRI Jatinegara Bpk I Nyoman Gede Artha beserta stafnya.

Sejak awal kemunculannya tersebut Menteri BUMN Ibu Rini M Soemarno mengatakan, Kartu BUMN hadir sebagai implementasi visi untuk mensinergikan keunggulan BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat portfolio bisnis BUMN, terutama bidang financial, e-Commerce, dan digital platform dengan kerjasama antar BUMN.

Program ini memungkinkan karyawan BUMN dan anggota keluarganya untuk memperoleh manfaat maksimal dari program promosi antar BUMN. Dengan adanya Kartu BUMN, maka BUMN akan dapat semakin mengembangkan bisnisnya dengan penggunaan dan promosi oleh jutaan orang Karyawan BUMN dan keluarganya.

Di samping itu, kehadiran Kartu BUMN juga akan mendorong roadmap pengembangan bisnis yang mengarah ke pembentukan National Payment Gateway. Kehadiran kartu BUMN diharapkan dapat memberikan dan menghadirkan berbagai manfaat yang dapat dirasakan secara langsung bagi seluruh karyawan BUMN dan Kementerian BUMN, maupun anggota keluarganya.

Program Pelatihan Analisa Beban Kerja (ABK)

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu aset paling berharga dalam perusahaan, karena tanpa manusia maka sumber daya perusahaan tidak akan dapat menghasilkan laba dan tujuan perusahaan tidak akan bisa tercapai. Mengelola manusia tidak semudah mengelola benda mati yang dapat diletakkan dan diatur sedemikian rupa sesuai kehendak pimpinan. Dalam rangka proses pengelolaan peningkatan Profesionalisme serta memacu motivasi kinerja karyawan ke arah pengembangan dan kemajuan di Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.Departemen Transformasi Sumber Daya pada Jumat 2 Februari 2018,  menyelenggarakan kegiatan Program Pelatihan Analisa Beban Kerja (ABK).

Para peserta yang hadir diantaranya adalah Bapak Suyatin Koordinator Manajemen Risiko & GCG, Bapak Baharudin Koordinator Divisi SDM, Bapak Ari Suryawardhana Kepala Divisi Keuangan, Bapak Bambang Sentanu Koordinator Divisi Pemasaran, Bapak Hary Budiono, Koordinator Departemen Hukum, Bapak Chieko Handayana Koordinator Sekretariat Perusahaan serta Para Kepala Divisi/Setingkat Kepala Divisi. Pemaparan dalam Program Pelatihan Analisa Beban Kerja dipresentasikan oleh Bapak Ismail Harun Amali, Koordinator Informasi Teknologi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

Analisa Beban Kerja adalah suatu metode untuk mengukur kebutuhan tenaga kerja yang ideal dalam mengelola operasional perusahaan. Perencanaan kebutuhan Tenaga Kerja dimulai dari visi-misi perusahaan diturunkan ke perencanaan strategis, korporasi, lalu diturunkan ke RKAP menjadi KPI Direktorat sampai dengan KPI Individual. Selesai visi-misi sampai dengan KPI Individual, tidak kalah pentingnya Job Desk menjadi acuan dalam  mengestimasi kebutuhan tenaga kerja dan juga mempertimbangkan adanya tenaga kerja yang pensiun, mutasi ke cabang dan lain-lain.

Setelah mengetahui Analisa Beban Kerja, maka menghasilkan Formasi Kebutuhan dan Tenaga Kerja. Kebutuhan tenaga kerja tidak serta merta dapat dipenuhi mengingat harus memperhatikan kemampuan keuangan, persediaan calon tenaga kerja di bursa tenaga kerja dan perlunya timing/waktu yang tepat. Dengan adanya Program Pelatihan Analisa Beban Kerja ini diharapkan seluruh unit kerja terkait memliki kesamaan persepsi/sudut pandang mengenai proses/prosedur dan biaya terkait dengan operasional produksi, sehingga komunikasi diantara setiap seksi lebih lancar guna mencapai hasil akhir yang baik sebagai tujuan.

 



 

Kunjungan Kerja PT Datasonic Benhard

Istilah Smart Card saat ini sering kali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah kartu yang memiliki beragam fungsi, tidak hanya sebagai kartu identitas semata, tetapi dapat digunakan pula sebagai kartu pembayaran maupun kartu keanggotaan suatu instansi. Kemampuan kartu pintar yang memiliki kapasitas penyimpanan yang terenkripsi dalam suatu komponen sirkuit terpadu ini, memungkinkan pemegangnya dapat melakukan beragam transaksi dengan cepat, dan aman. Dalam rangka menindaklanjuti Penjajagan Kerjasama bisnis dibidang Percetakan Smart Card sebelumnya dengan PT Datasonic Benhard, pada tanggal 1 dan 2 Februari 2018, Perum PNRI mendapat kunjungan kerja dari Perusahaan asal Malaysia tersebut.

Ketatnya persaingan bisnis dan semangat ingin menjadi Perusahaan yang terdepan maka Perum PNRI melakukan beberapa kerjasama dengan partner lokal maupun Luar negeri, dan salah satu Partner yang bekerjasama dengan Perum PNRI adalah PT Datasonic Benhard. Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan Perusahaan asal Negeri Jiran tersebut. PT Data Sonic Benhard yang juga sebagai salah satu perusahaan Distributor Lisensi dari Data Card yang mempunyai izin Europay Master Card and Visa (EMV) .

Kerjasama yang dilakukan ini fokus dengan pekerjaan personalisasi PT Datasonic Benhard akan menyediakan Prasarana yang dibutuhkan berupa mesin Personalisasi dengan jumlah dan nilai yang telah disepakati bersama.
Perum PNRI merupakan salah satu BUMN yang bergerak dibidang Percetakan dan kini telah mengembangkan bisnisnya di bidang Smart Card, sebagai Perusahaan yang terus bergerak maju Perum PNRI dan PT Datasonic Benhard  mempunyai rencana dan tujuan jangka panjang yaitu akan membuat Biro Perso yang tersertifikasi oleh CBI dan EMV, sehingga Perum PNRI dapat selalu bergerak maju menyeimbangkan pesaing-pesaing bisnis sejenis atau bahkan Perum PNRI dapat menjadi pemimpin pasar dalam industri Smart Card di Indonesia.
 


Menuju Excellent Performance 2018 Bersama Departemen Transformasi Sumber Daya

Sumber daya manusia dan transformasinya merupakan suatu upaya pembentukan kapabilitas demi kemajuan perusahaan Sumber Daya Manusia adalah bagian yang tak terpisahkan, bahkan menjadi aset terpenting dari perusahaan. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba mencari bibit-bibit terbaik dengan kompetensi yang tinggi agar karyawan tersebut dapat segera menunjukkan kontribusinya. Perusahaan bahkan rela menginvestasikan dana yang tidak sedikit untuk mengadakan pelatihan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Perum Percetakan Negara RI memiliki Departemen Transformasi Sumber Daya, dimana Departemen tersebut tentunya memiliki peran penting khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia. Bapak Rudi Yuwono selaku Kepala Departemen Transformasi dan Sumber Daya menjelaskan bahwa ia memiliki Visi dan Misi tersendiri bagi Departemen yang saat ini ia pimpin tersebut, diantaranya dengan Menjadi salah satu Unit Kerja di Lingkungan Divisi Umum dan SDM yang dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan Perusahaan dengan  SDM yang berkualitas.

Resolusi/target Departemen Transformasi Sumber Daya pada tahun 2018 adalah dengan bekerja lebih giat lagi, semangat, lebih efektif dan efisien dalam rangka menunjang tercapainya tujuan Perusahaan, dengan cara melakukan Analisa dan evaluasi beberapa kegiatan pekerjaan yang belum terlaksana dan belum maksimal untuk dapat diselesaikan pada tahun 2018.

Transformasi sumber daya manusia diyakini menjadi bagian dari solusi tatkala prosesnya mampu membuat perusahaan menjadi unggul dan memenangkan persaingan, Satu-satunya jalan bagi perusahaan untuk mempertahankan eksistensi dan menjaga dominasi keunggulan dalam berbisnis adalah dengan melakukan transformasi Sumber Daya Manusia.

Namun, perlu diingat bahwa perubahan bukan hanya dari segi kompetensi. Individu dengan kompetensi yang amat baik memang diperlukan, akan tetapi jika mereka tidak bisa bersinergi dengan baik dengan rekan kerja dan budaya perusahaan maka hasilnya akan sia-sia. Selain itu, sepanjang perusahaan tidak mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kreatif dan memberi tantangan, kompetensi saja tidak akan dapat menghasilkan produktivitas.

Subcategories