HomePublikasiBerita

Kota “Manise” dari Timur Indonesia.

Ambon adalah ibukota provinsi Maluku di timur Indonesia. Ambon dijuluki dengan nama Ambon Manise, ya memang kota kecil ini memang kecil , tapi jangan diremehkan. Kota kecil ini memiliki banyak kekhasan yang akan membuat anda kagum, mulai dari budaya,seni,tradisi,dan lain-lain. Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti kota Ambon yang indah/manis/cantik, merupakan kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Adalah saudara Matin Manuhutu selaku Kepala Perum PNRI cabang Ambon menuturkan “saya menerima dengan lapang dada bahwa ini tugas dan amanat bagi saya untuk membesarkan Perum PNRI cabang Ambon” ketika ditanya pendapatnya pada saat mendapat perintah tugas untuk memimpin Perum PNRI Cabang Ambon.

Pendekatan kebeberapa Kepala Daerah dan Pendekatan langsung ke kantor-kantor dinas itu merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh saudara Martin, terbukti dengan pendekatan tersebut akhirnya Perum PNRI cabang Ambon bisa melakukan penjualan Reborn (fargo) kepada beberapa instansi pemerintah, sehingga bisa menambah pendapatan Perum PNRI Cabang Ambon.

Demi pengembangan bisnis yang lebih baik, rencananya Perum PNRI cabang Ambon ingin bersinergi terus dengan pusat dan pihak BUMN atau swasta, terkait pengembangan bisnis baik itu berupa pembangunan/penambahan gedung, yang nantinya dapat menambah omzet untuk Perum PNRI cabang Ambon di setiap tahunya.

Harapan didalam kehidupan merupakan cita-cita, dan keinginan. harapan adalah senjata ajaib yang memungkinkan kita untuk membuat impian kita menjadi kenyataan. Sama halnya dengan harapan saudara Martin Manuhutu terhadap Perum PNRI, khususnya Perum PNRI cabang Ambon yaitu adanya sinergi dan atensi yang lebih antara cabang dan pusat,dan membuat system dimana Perum PNRI pusat bisa mengontrol cabang baik itu penerimaan karyawan, penggajian,pelatihan dan penyetaraan peraturan-peraturan perusahaan.





Rakor Kementerian BUMN Bengkulu

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung selama dua hari di Kota Bengkulu terhitung dari tanggal 22 sampai dengan 23 November 2017, kegiatan ini juga bersamaan dengan penyelenggaraan peringatan HUT bersama BUMN yang dilakukan secara berskala. Sebagai pemimpin rakor, Menteri BUMN Rini Soemarno mengevaluasi kinerja 134 Direktur Utama seluruh BUMN serta 30 pejabat kementerian eselon I dan II yang hadir dalam rakor tersebut. Adapun Tujuan pelaksanaan rakor BUMN kali ini adalah yang pertama dalam rangka sinkronisasi peran BUMN-BUMN sebagai agen pembangunan untuk meningkatkan kontribusi BUMN pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Kedua, berupaya memperkuat kolaborasi antar-BUMN dan menyelesaikan hambatan-hambatan dalam rangka optimalisasi kinerja BUMN. Ketiga, mensosialisasikan kebijakan-kebijakan strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan BUMN secara berkelanjutan

Sebagai salah satu perusahaan plat merah, yang melaksanakan kegiatan usaha pencetakan dokumen negara, kartu ATM, kartu kredit/debit, smart card dengan standar sekuriti dan teknologi terkini serta usaha penerbitan, jasa grafika, multimedia dan solusi dokumen. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia terus berinovasi, berupaya mengembangkan fasilitas serta infrastruktur yang memadai dan fokus mencapai target proyek 2018. Dalam jangka pendek BUMN perlu fokus pada beberapa hal, salah satunya pembinaan BUMN oleh kedeputian teknis sehingga lebih fokus sesuai dengan "end to end business" modelnya.Terkait dengan sinergi BUMN, Menteri Rini berupaya memperkuat kerja sama lintas BUMN bahkan lintas sektor sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan kolaborasi antar-BUMN dalam rantai bisnis hulu-hilir dan menggarap kawasan ekonomi terpadu dengan melibatkan BUMN lintas sektor.

BUMN juga dituntut untuk lebih meningkatkan perannya selain sebagai "Agent of Development" dengan mengaskselerasi eksekusi program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dengan adanya rakor ini diharapkan dapat terus meningkatkan sinergi antar BUMN dan komunikasi antara jajaran pimpinan BUMN guna mempertajam leadership, memperkuat kolaborasi dan memperkaya wawasan.
 



 

“Menunggu Kemarau” Tour di Studio Lokananta

AriReda merupakan duo vocal yang terdiri dari Ari Malibu serta Reda Gaudiamo. Duo AriReda ini sudah ada sejak 33 tahun yang lalu. Dulu keduanya sempat ragu untuk menyanyikan puisi, tapi kini mereka malah tidak bisa lepas dari puisi. Kali ini Duo AriReda menggelar tur bertajuk Menunggu Kemarau, pada November 2017. Tur berlangsung dalam periode 18-26 November di tujuh kota di Indonesia. Diantara tujuh kota yang di kunjungi oleh duo AriReda adalah kota solo yang telah berlangsung di Studio Lokananta pada tanggal 20 November 2017. Penampilan yang ditawarkan keduanya pada saat itu sangat sederhana, namun mudah dicerna, dengan petikan gitar dan vokal yang tercampur oleh rasa pada lirik puisinya sehingga membuat penonton yang hadir sangat antusias melihat dan mendengar penampilan mereka.

Bagi penikmat maupun penggiat musik Tanah Air, Lokananta bukanlah nama yang asing. Perusahaan rekaman yang bertempat di Solo, Jawa Tengah ini memang dikenal sebagai perusahaan rekaman tertua di Indonesia. Hingga kini, pengurus Lokananta selalu berusaha melakukan pengembangan dan diharapkan kedepannya Lokananta dapat terus menjadi ruang kreatif dan tujuan wisata. Tur Menunggu Kemarau 2017 tidak hanya melibatkan AriReda di atas panggung. Dalam beberapa penampilannya, AriReda berbagi panggung dengan Tony Memmel and His Band yang disponsori Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam rangkaian American Music Abroad.

Bagi AriReda tur ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru. Kebetulan, salah satu hasil paling berharga dari album Suara dari Jauh yang dirilis bulan Maret 2017 lalu adalah makin bertambahnya jumlah kota yang dikunjungi untuk main musik. Tur kali ini, juga efek dari album itu. 2017 bisa dibilang sebagai tahun paling sibuk dalam kiprah musik Ari Malibu dan Reda Gaudiamo. Sejauh tahun ini berjalan, mereka telah tampil lebih dari lima puluh kali.
 
Ini adalah tur ketiga AriReda, sebelumnya mereka telah menyelesaikan AriReda European Tour 2015 dan Still Crazy After All These Years Tour 2016. Sejauh ini, AriReda telah merilis tiga album, Becoming Dew (2007), AriReda Menyanyikan Puisi (2015) dan Suara dari Jauh (2017).





 

Pelatihan Damkar di Lingkungan Perum PNRI

Dalam rangka Pencegahan dini dan meminimalisir terjadinya kebakaran pada lingkungan kerja, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, menyelenggarakan pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran kepada karyawan-karyawati Perum PNRI.

Kegiatan dimulai dengan persentasi materi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Johar Baru. Dalam persentasi materi yang berlangsung di Ex. Gudang Arsip AHU, para peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran, diantaranya adalah proses terjadinya api, pemadaman api, dan beberapa materi lainnya.

Setelah persentasi materi selesai, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah praktek pemadaman kebakaran. Kegiatan praktek terbagi menjadi dua bagian utama yaitu pemadaman menggunakan peralatan tradisional dan pemadaman menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sebelum memulai praktek, terlebih dahulu disampaikan urutan langkah yang harus dilakukan oleh peserta dalam melakukan pemadaman kebakaran mengunakan berbagai macam alat tersebut.

Praktek pemadaman kebakaran yang dilakukan pertama kali adalah pemadaman kebakaran menggunakan peralatan tradisional, yaitu menggunakan karung goni yang telah dibasahi. Metode ini merupakan metode pemadaman yang paling sederhana dan cukup berbahaya karena pemadam harus berada sedekat mungkin dengan titik api. Karung goni yang telah dibasahi ditutupkan pada objek yang terbakar sehingga objek tersebut akan padam karena kehabisan oksigen yang merupakan elemen penting dalam reaksi pembakaran.

Kemudian praktek pemadaman kebakaran yang selanjutnya adalah pemadaman kebakaran menggunakan APAR. Teknik penggunaan APAR umum digunakan yaitu PASSS, PASSS adalah singkatan dari Pin pengaman handle ditarik hingga putus atau terlepas, Arahkan nozzle/selang atau ujung selang ke arah pusat api, Semprotkan dengan menekan tuas, Sapukan atau menggerakan nozlle kearah kanan dan kiri api seperti saat menyapu agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang terbakar, dan Sesuaikan searah dengan arah angin. Penggunaan APAR relatif lebih mudah dan lebih aman. Unsur kimia dari APAR akan menghentikan reaksi pembakaran yang sedang berlangsung pada material tersebut.

Pada umumnya penyebab kebakaran bersumber pada 3 faktor :

1.Faktor Manusia

- Pekerja, human eror, kurangnya disiplin dan kehati-hatian.

- Pengelola, minimnya pengawasan, rendahnya perhatian terhadap keselamatan kerja.

2. Faktor Teknis

- Fisik/mekanis (peningkatan suhu/panas atau adanya api terbuka)

- Kimia (penanganan, pengangkutan, penyimpanan tidak sesuai petunjuk yang ada)

- Listrik (hubungan arus pendek/konsleting)

3. Faktor alam dan bencana alam.

- Petir, gunung meletus, gempa bumi.

Pelatihan ini dipandang perlu agar setiap penghuni bangunan mampu mengatasi kebakaran dini sebelum menjadi besar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat atau di lingkungan kerja.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan seluruh karyawan Perum PNRI jika mengalami peristiwa kebakaran di lingkungan kerja atau wilayah sekitarnya, sehingga dapat mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.

Sharing Pentingnya Pendekatan Hukum Dalam Operasional Perum PNRI

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang hukum khususnya di kalangan karyawan muda Perum PNRI yang tergabung dalam PNRI Youth Club, Sekretariat Perusahaan bekerjasama dengan PNRI Youth Club menyelenggarakan kegiatan sharing knowledge dengan tema “Pentingnya Pendekatan Hukum Dalam Operasional Perum Percetakan Negara Republik Indonesia”.   

Sharing knowledge yang diselenggarakan pada Jumat 3 November 2017 bertempat di Ruang Rapat Direksi diikuti oleh sebagian besar anggota PNRI Youth Club, dengan menghadirkan narasumber Bapak Harry Budiono selaku Koordinator Hukum dan Kepatuhan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia, yang menjelaskan salah satu materinya tentang “dasar hukum keberadaan/eksistensi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia”.   

Aspek legal bukan hanya sekedar mendirikan perusahaan atau izin usaha saja, melainkan melancarkan semua aktifitas bisnis, memperkuat pondasi bisnis untuk mempertahankan dan pengharapan atas keberlangsungan kegiatan bisnis, guna untuk menuju kesuksesan dalam bisnis.

Unit legal mengemban tugas dan tanggung jawab besar dalam sebuah perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk mengurus semua dokumen, perizinan, serta berbagai permasalahan hukum yang terjadi dalam perusahaan. Tanpa sebuah dokumen dan perizinan, perusahaan tidak akan mungkin dapat beroperasi, dan juga jika terjadi kasus atas permasalahan hukum, maka tentunya akan berdampak pada operasional perusahaan yang akan terganggu.

Aspek legal ini berperan sangatlah penting. Setiap bagian dari aktifitas dalam menjalankan dan menerapkan kegiatan roda bisnis dari urusan yang sederhana sampai dengan yang kompleks, itu merupakan urusan aspek legal. Dengan memperhatikan aspek hukum di dalam bisnis, tentu saja diharapkan juga terjadinya stabilitas sosial terutama yang terjadi sehari-harinya di dalam kehidupan perusahaan.

Sharing ini bertujuan agar para peserta yang hadir mampu memahami peran dan tugas seorang Legal dalam perusahaan dan dapat memberikan gambaran bagi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan perusahaan untuk selalu berpijak pada setiap ketentuan yang telah disepakati bersama dan sah secara hukum. Sehingga, tidak akan ada yang dengan mudah menyimpang dari peraturan jika sebelumnya telah ditetapkan aspek hukum.

Subcategories