HomePublikasiBeritaPelatihan Damkar di Lingkungan Perum PNRI
Gedung Kantor Perum PNRI Tempo Dulu

Pelatihan Damkar di Lingkungan Perum PNRI

Dalam rangka Pencegahan dini dan meminimalisir terjadinya kebakaran pada lingkungan kerja, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, menyelenggarakan pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran kepada karyawan-karyawati Perum PNRI.

Kegiatan dimulai dengan persentasi materi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Johar Baru. Dalam persentasi materi yang berlangsung di Ex. Gudang Arsip AHU, para peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran, diantaranya adalah proses terjadinya api, pemadaman api, dan beberapa materi lainnya.

Setelah persentasi materi selesai, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah praktek pemadaman kebakaran. Kegiatan praktek terbagi menjadi dua bagian utama yaitu pemadaman menggunakan peralatan tradisional dan pemadaman menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sebelum memulai praktek, terlebih dahulu disampaikan urutan langkah yang harus dilakukan oleh peserta dalam melakukan pemadaman kebakaran mengunakan berbagai macam alat tersebut.

Praktek pemadaman kebakaran yang dilakukan pertama kali adalah pemadaman kebakaran menggunakan peralatan tradisional, yaitu menggunakan karung goni yang telah dibasahi. Metode ini merupakan metode pemadaman yang paling sederhana dan cukup berbahaya karena pemadam harus berada sedekat mungkin dengan titik api. Karung goni yang telah dibasahi ditutupkan pada objek yang terbakar sehingga objek tersebut akan padam karena kehabisan oksigen yang merupakan elemen penting dalam reaksi pembakaran.

Kemudian praktek pemadaman kebakaran yang selanjutnya adalah pemadaman kebakaran menggunakan APAR. Teknik penggunaan APAR umum digunakan yaitu PASSS, PASSS adalah singkatan dari Pin pengaman handle ditarik hingga putus atau terlepas, Arahkan nozzle/selang atau ujung selang ke arah pusat api, Semprotkan dengan menekan tuas, Sapukan atau menggerakan nozlle kearah kanan dan kiri api seperti saat menyapu agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang terbakar, dan Sesuaikan searah dengan arah angin. Penggunaan APAR relatif lebih mudah dan lebih aman. Unsur kimia dari APAR akan menghentikan reaksi pembakaran yang sedang berlangsung pada material tersebut.

Pada umumnya penyebab kebakaran bersumber pada 3 faktor :

1.Faktor Manusia

- Pekerja, human eror, kurangnya disiplin dan kehati-hatian.

- Pengelola, minimnya pengawasan, rendahnya perhatian terhadap keselamatan kerja.

2. Faktor Teknis

- Fisik/mekanis (peningkatan suhu/panas atau adanya api terbuka)

- Kimia (penanganan, pengangkutan, penyimpanan tidak sesuai petunjuk yang ada)

- Listrik (hubungan arus pendek/konsleting)

3. Faktor alam dan bencana alam.

- Petir, gunung meletus, gempa bumi.

Pelatihan ini dipandang perlu agar setiap penghuni bangunan mampu mengatasi kebakaran dini sebelum menjadi besar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat atau di lingkungan kerja.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan seluruh karyawan Perum PNRI jika mengalami peristiwa kebakaran di lingkungan kerja atau wilayah sekitarnya, sehingga dapat mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.72 Tahun 2012 Tentang Perum Percetakan Negara RI.

Selengkapnya