HomePublikasiBerita
Gedung Kantor Perum PNRI Tempo Dulu

Merauke, Surga Kecil Yang Jatuh Di Bumi

Kota Merauke adalah kota kabupaten yang terletak jauh di ujung timur Indonesia. Keistimewaannya tidak hanya itu, Kota ini juga merupakan titik terakhir wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini. Hal ini membuat keberadaan kota ini sungguh berarti dan istimewa bagi sejarah perjuangan berdirinya Indonesia hingga menjadi bagian dari sebuah lagu perjuangan yang berjudul “Dari Sabang sampai Merauke”.

Perum Percetakan Negara RI memiliki kantor cabang yang berada di wilayah Merauke yang beralamat di Jl. Mahakam (Lingkar Barat) No 7. Hingga kini Perum PNRI cabang Merauke telah jauh berkembang meskipun berada jau di ujung timur Indonesia.  Bapak Dicky Irawan merupakan sosok dibalik perubahan berkembangnya Perum PNRI cabang Merauke hingga seperti sekarang ini. Baginya ketika ia mendapat tugas untuk memimpin cabang Merauke sangatlah tidak mungkin, Karena Merauke merupakan salah satu Kota yang berada jauh dari Ibu kota negara yang jaraknya sekitar 5.500 km dan tentunya perbedaan budaya serta adat istiadat hingga masyarakatnya pun menjadi pokok fikiran yang terlintas didalamnya. 

IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI “satu hati satu tujuan”  salah satu motto dari kabupaten Merauke inilah yang membuat saya terobsesi untuk menjadikan sebuah kendala dan masalah besar menjadi kecil serta bagaimana hati dapat berperan. Salah satu kendala atau masalah yang ada saat ini diantaranya adalah keterbatasan mesin pendukung maupun permodalan, kondisi gedung yang kurang baik.   Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan dan  didapatkan, begitu pula harapan Bapak Dicky terhadap Perum PNRI khususnya untuk Perum PNRI Cabang Merauke yang sama pada umumnya dengan karyawan lain agar Perum PNRI bisa maju, Berjaya dalam mensejahterakan karyawannya.

Dan khusus untuk Perum PNRI Cabang Merauke, bahwa perjuangan kita masih panjang untuk memajukan Cabang Merauke, sehingga kita harus tetap fokus dan semangat agar terjalin kekompakan/kebersaman dan selalu bekerja keras,cerdas,berkualitas, tuntas dan ikhlas, dan berpegang pada filosopi Musamus, yaitu “jangan tanya kerjaku, tapi lihat karyaku”, semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkannya Aamiin.

Sinergi Pusat dengan Bumi Raflesia

Kota “Bengkulu” akan megingatkan Anda pada Sir Thomas Stamford Raffles yang diangkat oleh Kerajaan Inggris untuk menjadi Gubernur Bengkulu tahun 1818. Namun setelah itu, Raffles bersama-sama dengan rakyat Bengkulu membangun dan membangkitkan kembali Kota Bengkulu dari puing-puing Tanah Mati. Maka tidak mengherankan jika sisa pengaruh Inggris masih terasa sampai saat ini. Perum Percetakan Negara RI Cabang Bengkulu adalah Cabang ke 9 dari Perum Percetakan Negara RI, yang mulai beroperasi sejak tahun 1986, yang hingga saat ini terus melakukan Inovasi dan memasarkan serta menjual produk, sehingga dapat terus Eksis dan berkembang hingga saat ini. 

Saudari Atijah yang telah diberikan amanah untuk memimpin Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Bengkulu menyatakan “Awalnya saya shock, saya tidak yakin  bisa membawa kemajuan untuk PNRI Cabang Bengkulu, apalagi mensejahterakan para karyawan karena pada saat itu mesin cetak tidak ada yang berfungsi, dana yang adapun sangat terbatas”.   Selama menjadi kepala cabang, Saudari atijah memiliki pendekatan tersendiri kepada karyawan maupun rekan bisnis sehingga bisa bertahan di Bengkulu sampai saat ini.

Pendekatan Intern yang Saudari Atijah lakukan yaitu selalu memotivasi seluruh karyawan untuk bersama-sama berjuang untuk memajukan PNRI Cabang Bengkulu yang tentu imbasnya akan berpengaruh kepada perbaikan kesejahteraan para karyawan. Sementara Pendekatan ekstern yang Saudari Atijah lakukan yaitu mendatangi satu persatu customer yang dulunya memberikan kepercayaan kepada PNRI Cabang Bengkulu untuk kembali mencetak kebutuhan kantornya. “Saya memberikan keyakinan kepada mereka bahwa saya akan menjaga komitmen, baik waktu penyeselesaian maupun kualitas cetakan dan tentunya dengan harga yang kompetitif”  Saudari Atijah memiliki harapan yang besar bagi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

Bagi pusat ia berharap dukungan penuh baik berupa kesediaan stok maupun materil yang dibutuhkan Dinas Dukcapil dan Instansi lainnya. Lalu pada Perum PNRI Cabang Bengkulu Saudari Atijah berharap kedepannya lebih baik lagi, baik peralatan, perolehan omzet, ketersediaan dana maupun kesejahteraan karyawan, yang terpenting bisa membuat seluruh karyawan merasa bangga menjadi karyawan PNRI dan semoga Perum PNRI bisa setara dengan BUMN lainnya.

Kota “Manise” dari Timur Indonesia.

Ambon adalah ibukota provinsi Maluku di timur Indonesia. Ambon dijuluki dengan nama Ambon Manise, ya memang kota kecil ini memang kecil , tapi jangan diremehkan. Kota kecil ini memiliki banyak kekhasan yang akan membuat anda kagum, mulai dari budaya,seni,tradisi,dan lain-lain. Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti kota Ambon yang indah/manis/cantik, merupakan kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Adalah saudara Matin Manuhutu selaku Kepala Perum PNRI cabang Ambon menuturkan “saya menerima dengan lapang dada bahwa ini tugas dan amanat bagi saya untuk membesarkan Perum PNRI cabang Ambon” ketika ditanya pendapatnya pada saat mendapat perintah tugas untuk memimpin Perum PNRI Cabang Ambon.

Pendekatan kebeberapa Kepala Daerah dan Pendekatan langsung ke kantor-kantor dinas itu merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh saudara Martin, terbukti dengan pendekatan tersebut akhirnya Perum PNRI cabang Ambon bisa melakukan penjualan Reborn (fargo) kepada beberapa instansi pemerintah, sehingga bisa menambah pendapatan Perum PNRI Cabang Ambon.

Demi pengembangan bisnis yang lebih baik, rencananya Perum PNRI cabang Ambon ingin bersinergi terus dengan pusat dan pihak BUMN atau swasta, terkait pengembangan bisnis baik itu berupa pembangunan/penambahan gedung, yang nantinya dapat menambah omzet untuk Perum PNRI cabang Ambon di setiap tahunya.

Harapan didalam kehidupan merupakan cita-cita, dan keinginan. harapan adalah senjata ajaib yang memungkinkan kita untuk membuat impian kita menjadi kenyataan. Sama halnya dengan harapan saudara Martin Manuhutu terhadap Perum PNRI, khususnya Perum PNRI cabang Ambon yaitu adanya sinergi dan atensi yang lebih antara cabang dan pusat,dan membuat system dimana Perum PNRI pusat bisa mengontrol cabang baik itu penerimaan karyawan, penggajian,pelatihan dan penyetaraan peraturan-peraturan perusahaan.





Rakor Kementerian BUMN Bengkulu

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung selama dua hari di Kota Bengkulu terhitung dari tanggal 22 sampai dengan 23 November 2017, kegiatan ini juga bersamaan dengan penyelenggaraan peringatan HUT bersama BUMN yang dilakukan secara berskala. Sebagai pemimpin rakor, Menteri BUMN Rini Soemarno mengevaluasi kinerja 134 Direktur Utama seluruh BUMN serta 30 pejabat kementerian eselon I dan II yang hadir dalam rakor tersebut. Adapun Tujuan pelaksanaan rakor BUMN kali ini adalah yang pertama dalam rangka sinkronisasi peran BUMN-BUMN sebagai agen pembangunan untuk meningkatkan kontribusi BUMN pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Kedua, berupaya memperkuat kolaborasi antar-BUMN dan menyelesaikan hambatan-hambatan dalam rangka optimalisasi kinerja BUMN. Ketiga, mensosialisasikan kebijakan-kebijakan strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan BUMN secara berkelanjutan

Sebagai salah satu perusahaan plat merah, yang melaksanakan kegiatan usaha pencetakan dokumen negara, kartu ATM, kartu kredit/debit, smart card dengan standar sekuriti dan teknologi terkini serta usaha penerbitan, jasa grafika, multimedia dan solusi dokumen. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia terus berinovasi, berupaya mengembangkan fasilitas serta infrastruktur yang memadai dan fokus mencapai target proyek 2018. Dalam jangka pendek BUMN perlu fokus pada beberapa hal, salah satunya pembinaan BUMN oleh kedeputian teknis sehingga lebih fokus sesuai dengan "end to end business" modelnya.Terkait dengan sinergi BUMN, Menteri Rini berupaya memperkuat kerja sama lintas BUMN bahkan lintas sektor sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan kolaborasi antar-BUMN dalam rantai bisnis hulu-hilir dan menggarap kawasan ekonomi terpadu dengan melibatkan BUMN lintas sektor.

BUMN juga dituntut untuk lebih meningkatkan perannya selain sebagai "Agent of Development" dengan mengaskselerasi eksekusi program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dengan adanya rakor ini diharapkan dapat terus meningkatkan sinergi antar BUMN dan komunikasi antara jajaran pimpinan BUMN guna mempertajam leadership, memperkuat kolaborasi dan memperkaya wawasan.
 



 

“Menunggu Kemarau” Tour di Studio Lokananta

AriReda merupakan duo vocal yang terdiri dari Ari Malibu serta Reda Gaudiamo. Duo AriReda ini sudah ada sejak 33 tahun yang lalu. Dulu keduanya sempat ragu untuk menyanyikan puisi, tapi kini mereka malah tidak bisa lepas dari puisi. Kali ini Duo AriReda menggelar tur bertajuk Menunggu Kemarau, pada November 2017. Tur berlangsung dalam periode 18-26 November di tujuh kota di Indonesia. Diantara tujuh kota yang di kunjungi oleh duo AriReda adalah kota solo yang telah berlangsung di Studio Lokananta pada tanggal 20 November 2017. Penampilan yang ditawarkan keduanya pada saat itu sangat sederhana, namun mudah dicerna, dengan petikan gitar dan vokal yang tercampur oleh rasa pada lirik puisinya sehingga membuat penonton yang hadir sangat antusias melihat dan mendengar penampilan mereka.

Bagi penikmat maupun penggiat musik Tanah Air, Lokananta bukanlah nama yang asing. Perusahaan rekaman yang bertempat di Solo, Jawa Tengah ini memang dikenal sebagai perusahaan rekaman tertua di Indonesia. Hingga kini, pengurus Lokananta selalu berusaha melakukan pengembangan dan diharapkan kedepannya Lokananta dapat terus menjadi ruang kreatif dan tujuan wisata. Tur Menunggu Kemarau 2017 tidak hanya melibatkan AriReda di atas panggung. Dalam beberapa penampilannya, AriReda berbagi panggung dengan Tony Memmel and His Band yang disponsori Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam rangkaian American Music Abroad.

Bagi AriReda tur ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru. Kebetulan, salah satu hasil paling berharga dari album Suara dari Jauh yang dirilis bulan Maret 2017 lalu adalah makin bertambahnya jumlah kota yang dikunjungi untuk main musik. Tur kali ini, juga efek dari album itu. 2017 bisa dibilang sebagai tahun paling sibuk dalam kiprah musik Ari Malibu dan Reda Gaudiamo. Sejauh tahun ini berjalan, mereka telah tampil lebih dari lima puluh kali.
 
Ini adalah tur ketiga AriReda, sebelumnya mereka telah menyelesaikan AriReda European Tour 2015 dan Still Crazy After All These Years Tour 2016. Sejauh ini, AriReda telah merilis tiga album, Becoming Dew (2007), AriReda Menyanyikan Puisi (2015) dan Suara dari Jauh (2017).





 

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.72 Tahun 2012 Tentang Perum Percetakan Negara RI.

Selengkapnya