HomePublikasiArtikelMempersiapkan Transformasi Bisnis Yang Sukses

Mempersiapkan Transformasi Bisnis Yang Sukses

 

Dunia akan terus berubah, kita siap atau tidak. Perusahaan akan selalu dihadapkan pada tantangan besar yaitu bagaimana merespon perubahan yang terjadi dengan cara yang efektif dan efisien, menjadi lebih baik daripada pesaing, serta memperoleh manfaat atas adanya perubahan tersebut. Maka, transformasi bisnis adalah jawabannya. Namun, ternyata tidak sesederhana itu? Kita jumpai banyak perusahaan-perusahaan dengan anggaran yang besar dan reputasi yang hebat ternyata tidak sukses dalam melakukan transformasi bisnisnya. Bagaimana manajemen perusahaan mempersiapkan dan menjalankan transformasi bisnis sehingga menjadi kebanggaan bukan hanya semboyan dan menjadi prestasi bukan penyebab frustasi? Artikel singkat ini merupakan ringkasan dan adaptasi dari Leading Change : Why Transformation Efforts Fail karya John P. Kotter agar transformasi bisnis yang dicanangkan perusahaan berjalan sukses.

Ada delapan hal penting yang harus diperhatikan manajemen dalam mempersiapkan transformasi bisnis yang sukses.

1.    Menemukan kebutuhan besar (sense of urgency) untuk bertransformasi. Tidak mudah mengajak manusia, terlebih lagi organisasi untuk berubah. Manajemen harus menemukan kebutuhan besar untuk bertransformasi sehingga keluar dari zona nyaman ataupun zona kekhawatiran organisasi. Memunculkan sense of urgency yang terbaik adalah bukan dalam kondisi terdesak dan genting, namun terencana dan bersifat strategis yang muncul dari pandangan manajemen bahwa bisnis perlu dilakukan dengan hal yang berbeda dan unggul. Bisnis tidak dapat lagi dilakukan dengan cara-cara yang biasa (business as usual is totally unacceptable).   

2.    Mengkonsolidasi dukungan semua pihak. Keberadaan koalisi atau tim kepemimpinan sangat penting dalam memandu transformasi bisnis perusahaan. Tim kepemimpinan yang merepresentasikan setiap komponen dalam perusahaan akan menghasilkan harmonisasi dan keselarasan pemanfaatan sumber daya prusahaan untuk transformasi bisnis       

3.    Menetapkan visi transformasi. Banyak perusahaan memiliki beragam rencana dan program, namun tidak memiliki visi. Urgensi atas transformasi bisnis diterjemahkan dalam visi transformasi bisnis yang menjadi landasan dalam mengarahkan jalannya perubahan serta penyusunan strategi dan program.

4.    Mengkomunikasikan visi transformasi. Transformasi bisnis harus inklusif bagi seluruh elemen perusahaan. Sehingga, koalisi atau tim kepemimpinan harus mengkomunikasikan visi transformasi bisnis agar dipahami dan didukung penuh serta mengurangi potensi resistensi.

5.    Memberdayaan setiap insan. Setiap insan dalam perusahaan adalah unik dan memiliki kontribusi penting. Pemberdayaan insan dalam perusahaan akan meningkatkan kompetensi, meningkatkan kontribusi, menghilangkan halangan-halangan transformasi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi serta meningkatkan kepuasan dan kebanggaan insan perusahaan dalam transformasi bisnis.

6.    Menetapkan tujuan jangka pendek dan rencana aksi. Transformasi bisnis adalah perjalanan menuju kesinambungan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan jangka pendek dalam perjalanan transformasi bisnis dan rencana kegiatan yang dilakukan untuk mencapainya perlu ditetapkan. Tujuan jangka pendek dan rencana aksi adalah bentuk konkret komitmen insan perusahaan dalam transformasi dan media untuk pengendalian jalannya transformasi bisnis, sekaligus ukuran untuk penghargaan bagi kontribusi insan perusahaan.

7.    Melakukan pengendalian dan perbaikan berkesinambungan. Efektivitas suatu proses dinilai melalui fungsi pengendalian. Keberhasilan ataupun deviasi pencapaian harus selalu diikuti dengan perbaikan berkesinambungan (continuous improvement) sehingga semangat dan urgensi transformasi tetap terjaga. Pengakuan keberhasilan berlebihan dapat menurunkan semangat dan urgensi transformasi bahkan mengagalkannya.

8.    Menjadikan perubahan sebagai bagian budaya perusahaan. Transformasi bisnis adalah upaya semua pihak yang keberhasilan dan semangatnya harus menjadi warisan kebanggaan perusahaan. Generasi mendatang perusahaan harus mengetahui bahwa perubahan yang diupayakan dan dihasilkan mampu meningkatkan kinerja bahkan mungkin menyelamatkan perusahaan dan sebagai budaya, transformasi bisnis adalah bagian dari kesinambungan perusahaan.

 

Maka, mari mentransformasikan perusahaan menjadi lebih sukses, lebih berdaya saing, dan berkesinambungan…

 

Senin, 5 April 2021, 
Di antara rehat dalam suatu rapat…

 

B. Sigit Yanuar Gunarto
Direktur Utama