HomePublikasiArtikelEksistensi Lokananta di Asian Games 1962

Eksistensi Lokananta di Asian Games 1962

Sejarah kembali kita akan tuai, saat kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pergelaran Asian Games pada tahun ini merupakan yang kedua kalinya untuk Indonesia sebagai tuan rumah. Tahun 1962, tercatat sebagai Asian Games pertama bagi Indonesia sebagai kota tuan rumah. Ajang yang berlangsung 24 Agustus - 4 September saat itu dibuka secara resmi oleh Presiden Ir Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno.
Namun tahukah kalian semua jika Asian Games IV yang digelar di Jakarta pada 1962 lalu pernah memiliki souvenir langka?
Asian Games merupakan ajang besar Se Asia yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh negara penyelenggara.

Baik itu untuk peningkatan prestasi, pemasyarakatan olahraga, maupun pertumbuhan ekonomi dan reputasi negara/kota tersebut. Euforia penyelenggaraan event tidak hanya diwujudkan melalui kemegahan secara fisik semata, namun juga menyentuh aspek kebudayaan sebagai identitas bangsa.
Selain patung Selamat Datang yang dibuat oleh seniman Edie Soenarso, seri album Souvenir from Indonesia, The 4th Asian Games menjadi penanda sejarah bangsa yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Souvenir berupa 4 seri Piringan Hitam size 10 inci yang berisi kompilasi lagu-lagu Indonesia.

Lagu-lagu yang terdapat pada keempat keping piringan hitam album ini sangat beraneka ragam, mulai dari lagu daerah hingga lagu nasional. Beberapa di antaranya adalah lagu Sarinande, Ina Ni Keke, Suwe Ora Jamu, Caca Marica, hingga Sorak-Sorak Bergembira dan Rayuan Pulau Kelapa. Materi album tersebut kemudian diproduksi dalam format piringan hitam di Lokananta dan menjadi souvenir bagi para kontingen peserta Asian Games 1962.

Piringan hitam serta master album tersebut masih tersimpan rapi hingga kini di ruang pengarsipan Lokananta. Kita harapkan, Lokananta kembali dapat membuat Sejarah dalam ajang Asian Games kali ini yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September mendatang, dengan berkontribusi menyiapkan souvenir, berupa CD souvenir yang berisi kompilasi lagu-lagu, baik lagu nasional maupun lagu daerah, atau dalam bentuk lainnya.

Apabila hal ini terjadi, tentunya bisa mengangkat citra Lokananta khususnya dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia secara umum, agar lebih dikenal di kawasan Asia maupun Dunia.
SEMOGA ...........